Jl. Sidoluhur 19 Laweyan Surakarta 57148
Telp. : 0271-719641 / 08155129921, Fax : 0271-712417
Email : info@merakmanis.com
   
 
 
 
 
 
   
Admin login here
Copyright@2009 Merakmanis.com
Design and develop by Zaqi
 
 
Tips
Tahukah Anda, bagaimana proses pembuatan batik ?
29-April-2009

Proses produksi batik tulis, cap, dan printing sangatlah berbeda.

 Proses Batik Tulis
 Adapun langkah-langkah dalam proses produksi batik tulis dijabarkan sebagai  berikut :
 Memeriksa kain mentah (cambric) yang masih dalam gulungan. Kain mentah itu lalu    dipotong sesuai ukuran yang direncanakan. Setelah dipotong, kemudian kain direndam dalam air selama 5 hari agar tidak ada pengerutan. Setelah direndam, dimasukkan didalam air mendidih yang telah diberi obat pemutih agar kain menjadi lebih putih dan kanji dapat melekat untuk memudahkan proses pembatikan. Kemudian kain dijemur dan dilipat Setelah dipotong, kemudian kain direndam dalam air selama 5 hari agar tidak ada pengerutan.

Setelah direndam, dimasukkan didalam air mendidih yang telah diberi obat pemutih agar kain menjadi lebih putih dan kanji dapat melekat untuk memudahkan proses pembatikan. Kemudian kain dijemur dan dilipat agar menjadi lemas.Membuat pola batik terlebih dahulu pada kertas minyak, setelah itu kain diletakan diatas kertas yang berpola tadi untuk melakukan proses penyalinan ulang pola batik (pengeblatan).

Penulisan pada kain atau (Hand written) yaitu penulisan dengan menggunakan canting dan alat perlengkapan lainnya. Sebelum masuk dalam tahap keempat dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Setelah itu dicat tembok dengan menggunakan malam, biasa disebut lap-lapan, yaitu menutup tempat-tempat tertentu dengan malam sesuai desainnya. Setelah kering dicolet dibeberapa tempat tertentu dengan warna yang diinginkan. Kemudian dilorot, dengan cara memasukkannya kedalam bak air panas agar malam lepas dari kain.

Hasil proses ini adaah produk setengah jadi. Setelah dilorot, diberi isen-isen yaitu memberi pola pada bagian tertentu kemudian ditutup dengan malam. Kain dimasukkan didalam bak kedua untuk diberi warna soga (coklat) pada bagian pola baru. Terakhir, kain yang telah diberi soga dilorot kembali, dicuci dan dikanji kemudian dijemur pada tempat yang tidak langsung terkena sinar matahari. Setelah kering, kain dilipat dan didiamkan selama satu malam agar kain menjadi lebih halus.

Dengan demikian proses pembatikan telah selesai. Selanjutnya masuk tahap cap perusahaan dan packaging atau pembungkusan rkan oleh perusahaan, sehingga memberikan warna yang berbeda dengan batik lain. 

Proses produksi batik cap  

Adapun langkah-  langkah dalam proses produksi batik cap dijabarkan sebagai berikut :
Proses Pembuatan Batik Cap Dalam pembuatan batik cap ada 3 jenis proses kegiatan, diantaranya:

  • Proses Desain

Tahap permulaan adalah mendesain. Pada proses desain ini, meliputi pemotongan kain dan pemberian pola untuk menentukan bagian-bagian kain yang akan diberi cap (pemberian permukaan kain dengan menggunakan malam/lilin). Sehingga pengrajin cap mengerti bagian-bagian mana yang harus dicap dan sekaligus dengan motif cap apa.

  • Proses Batik

Tahap batik adalah dimana kain mori yang sudah didesain akan diberi motif batik, yang menggunakan teknologi cap. Teknologi cap tersebut menggunakan peralatan wajan sebagai pemanas lilin atau malam, stempel atau cap yang terbuat dari tembaga yang sudah didesain motif tertentu sebagai pencetak motif pada kain mori putih. Untuk memudahkan dalam pengecapan yang harus menyesuaikan desain maka proses dapat dibantu dengan serak. Setelah melalui proses pembatikan menggunakan cap,  kain melalui proses pewarnaan yang menggunakan larutan napthol, garam dan air. Dengan campuran tersebut kain dicelupkan dan diratakan keseluruh bagian kain. Proses batik akan selesai setelah proses pelorotan yang menggunakan air panas yang digunakan untuk meredam kain hasil dari pewarnaan. Tujuan pelorotan untuk menghilangkan malam atau lilin yang menempel pada kain.

  • Proses Finishing

Tahap finishing atau penyelesaian meliputi pengeringan dengan cara penjemuran di luar ruangan, setelah kering kain memasuki proses pelipatan sesuai produk (sprei, taplak meja, taplak makan) semua menggunakan cara melipat yang berbeda-beda. Sebelum memasuki packaging atau pembungkusan dilakukan pengemplongan, pengemplongan untuk menggantikan proses seterika sehingga dapat menghemat tenaga dan waktu untuk produk dalam jumlah yang banyak. Terakhir melakukan pemberian tiket dan stampel pada produk sekaligus dilakukan pembungkusan produk.

Proses Batik Printing 

Batik printing merupakan suatu tindakan gebrakan dari produsen batik untuk dapat memproduksi batik lebih cepat dan dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan tidak meninggalkan unsur  motif batik tapi dapat mengimbangi perilaku modernisasi. Jika dibagi berdasarkan proses pembuatannya, terdapat 3 proses yang hampir sama dengan batik cap tapi menggunakan teknologi yang berbeda. Tiga proses tersebut yaitu:

  • Proses Desain

Proses desain meliputi desain motif pada kain monel (kain dari plastik yang sebagai screen pada plangkan) menggunakan bantuan kertas kalkir yang sudah dibuat pola gambar, langsung ditempelkan pada kain monel kemudian dilapisi ulanox dan ditutup dengan kertas lalu dijemur hingga kering, maka tintanya akan menempel pada monel. Setelah itu monel disemprot menggunakan air , sehingga yang terkena tinta akan berubah menjadi warna lebih putih dan tidak terlapisi ulanox. Pada kondisi tersebut kain monel sudah siap untuk digunakan untuk proses printing. Selain itu proses desain juga meliputi pencampuran larutan pewarna yaitu : sodium bikarbonat, air, minyak tanah (untuk mengontrol gerak larutan), sodium alginate atau manotex (sebagai pengental), dan pewarna.

  • Proses Batik

Proses batik juga meliputi beberapa kegiatan seperti, kain putih dipasang pada rangkaian alat (padder atau rol dan curing atau pemanas) untuk diberi warna dasar. Setelah keluar dari curing kain telah mongering sehingga siap untuk proses pemberian motif batik. Pada proses pemberian motif batik, dimulai dengan menggunakan plangkan untuk warna muda terlebih dahulu kemudian plangkan warna tua agar tidak terjadi flek-flek. Dengan selesainya pemberian motif batik, kain dilanjutkan pada proses pengancingan warna menggunakan mesin steam (uap). Pada akhir proses batik dialakukan proses pelorotan pada bak yang besar yang disekat-sekat dilengkapi dengan rol-rol untuk menjalankan kain. Bak tersebut berisi air dingin dan panas secara bergantian.

  • Proses Finishing

Pada prose finishing ini, melalui kegiatan kalender yaitu istilah seterika pada batik printing, setelah itu dilakukan memberi tiket dan pengecekan serta sekaligus dilakukan proses packagingnya.



Kembali